Kamis, 08 Mei 2014

Kronologi The Beatles






The Beatles merupakan band legendaris yang besar dalam mempengaruhi atmosfer music di seluruh dunia hampir seluruh dunia tahu The Beatles di Liverpool, Inggris. Mereka band paling sukses secara komersil dan dipuji-puji secara kritis dalam sejarah modern, musik yang tegolong inovatif memiliki dampak budaya yang berpengaruh besar saat tahun 1960 dan sangat berpengaruh pada music-musik saat ini. Saat ini, The Beatles adalah salah satu dari dua legendaris musik terbesar yang mampu menjual lebih dari 1 miliar copy album mereka, Elvis Presley  pun telah mampu mencapai prestasi yang sama.

Selama bertahun-tahun, The Beatles menunjukkan bakat luar biasa untuk menulis lagu. Pada tahun 1966, mereka berhenti tampil di konser (rupanya mereka mulai bosan mendengar teriakan para fans, yang selalu menjadi begitu keras pada saat mereka tampil, hingga tidak bisa mendengar permainan music mereka, faktor lain yang lebih luar biasa adalah harus pergi jauh untuk alasan keamanan sebelum dan setelah masing-masing bekerja) dan mulai mengeksplorasi suara baru di studio. Hal ini khususnya muncul dalam album seperti Rubber Soul, Revolver, Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band dan The Beatles, kadang-kadang dikenal sebagai "The White Album". The White Album dianggap sebagai band paling eksperimental. Novel ini berhasil karena adanya pupolaritas Yoko Ono (istri Lennon), seperti yang ditunjukkan oleh lagu "Revolusi 9", dan gunakan sebagai obat pendongkrak band. Lagu "Lucy in the Sky whit Diamonds" (off Sersan Pepper's.) Telah dikabarkan akan ode untuk LSD, walaupun band ini tegas membantah semua pihak, mereka malah bersikeras bahwa itu menggambarkan sebuah gambar yang dibuat oleh putra John Lennon, Julian Lennon .


Setelah kematian Brian Epstein, The Beatles mulai mengungkap lukanya. The Beatles secara resmi bubar pada awal tahun 1970; Lennon telah resmi mundur dari tahun sebelumnya dan band ini mempertahankan kebersamaan mereka untuk melindungi kepentingan bisnis mereka juga. McCartney, yang pertama mengumumkan bahwa ia telah resmi "keluar" band dan bahwa mereka tidak lagi ada, sering dipersalahkan karena band ini berakhir walaupun pada akhirnya ia adalah satu-satunya yang bersedia untuk melakukan dengan menyebutkan kelompok bahwa the beatles tidak ada lagi.


The Beatles tidak pernah kembali utuh pada tahun 1970 karena mereka tidak pernah sepenuhnya pulih dari kepahitan yang berhubungan dengan perpisahan mereka. bagaimanapun, Mereka membuat dua rekor baru pada tahun 1994, padahal 1980 Lennon telah meninggal demi proyek Anthology. "free like Bird" dan "Real Love" berdasarkan kaset demo yang dibuat oleh Lennon dan McCartney dikirim ke oleh Yoko Ono.
The Beatles juga menciptakan beberapa video musik pertama, setelah film promosi difilmkan di tahun 1965 untuk penyiaran untuk di tunjukkan di Amerika Serikat dan Eropa daripada harus tampil langsung. promo film 1967 mereka untuk "Strawberry Fields Forever" dan "Penny Lane" memiliki kesamaan bahkan lebih untuk video musik modern, masing-masing diciptakan hanya untuk lagu individu, dan tanpa penampilan secara live. 
The Beatles juga merupakan sumber dari sejumlah kontroversi dan teori konspirasi. John Lennon dikutip pada tahun 1966 yang mengatakan the Beatles "lebih populer daripada Yesus Kristus", yang menyebabkan protes di banyak bagian Amerika Serikat, meskipun ia secara terbuka meminta maaf atas pernyataan tersebut, ia juga kemudian mengklaim itu adalah akibat dari berhentinya tur The Beatles.
Sebuah legenda perkotaan luas yang dimulai pada tahun 1969 menyatakan bahwa Paul McCartney telah mati dan telah digantikan oleh seseorang yang mirip dia. desas-desus itu disebut oleh anggota The Beatles beberapa kali, termasuk lagu John Lennon "How do you sleep?".

http://www.thebeatles.com/

Sabtu, 26 April 2014

SIGER PEPADUN

 
 
Siger pepadun memiliki lekuk Sembilan yang berartikan ada Sembilan Marga yang bersatu membentuk Abung Siwo Megou. Tapi bentuk dari siger pepadun sangat mirip dengan buah sekala, hal ini pun bukan mustahil dikarenakan kerajaan sekala bekhak merupakan cikal bakal ulun lampung, dan proses terbentuknya abung siwo megou merupakan penyebaran orang lampung dari dataran tinggi Sekala Bekhak di Gunung Pesagi. Ini dapat dilihat dari tambo Buay Bejalan Diway bahwa Ratu Dipuncak meninggalkan kerajaan Sekala Bekhak untuk mencari daerah baru bersama keluarganya, Ratu Dipuncak memiliki empat orang putra yaitu Unyi, Unyai, Subing dan Nuban yang merupakan keturunan Paksi Buay Bejalan Diway serta lima Marga lainnya yaitu Anak Tuha, Selagai, Beliyuk, Kunang dan Nyerupa yang merupakan keturunan dari tiga Paksi lainnya sehingga menjadi Abung Siwo Mego. Namun berbeda dengan siger pesisir yang mirip rumah gadang, siger pepadun justru mirip dengan buah sekala.
 
 
 
Seiring dengan penyebaran penduduk dan berdirinya beberapa kebuayan maka yang menggunakan adat pepadun bukan hanya abung tetapi juga oleh kebuayan lain yang kemudian membentuk masyarakat adat sendiri, seperti Megou Pak Tulangbawang (Puyang Umpu, Puyang Bulan, Puyang Aji, Puyang Tegamoan), Pubian Telu Suku (Minak Patih Tuha atau Suku Manyarakat, Minak Demang Lanca atau Suku Tambapupus, Minak Handak Hulu atau Suku Bukujadi), serta Sungkay-WayKanan Buay Lima (Pemuka, Bahuga, Semenguk, Baradatu, Barasakti, yaitu lima keturunan Raja Tijang Jungur).

SIGER SAIBATIN

 
 
Seperti yang dilihat pada gambar diatas bahwa siger pada suku Lampung yang beradatkan saibatin memiliki lekuk tujuh dan dengan hiasan batang/pohon sekala di masing-masing lekuknya, ini memiki makna ada tujuh adok/gelar pada masyarakat pesisir yaitu Suttan/dalom, Raja jukuan/dipati, Batin, Radin, Minak, Kimas dan Mas/inton, gelar/adok ini hanya dapat digunakan oleh keturunan lurus saja, dengan kata lain masih kental dengan nuansa kerajaan, dimana kalau bukan anak raja dia tidak berhak menggunakan gelar/adok raja begitu juga dengan gelar/adok lainnya. 
 
Sedangkan bentuknya, siger saibatin sangan mirip dengan Rumah Gadang kerajaan Pagaruyung seperti Istano Si Linduang Bulan, yaitu rumah pusaka dari keluarga besar ahli waris dari keturunan Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung dan juga Museum Adityawarman di daerah Minangkabau, provinsi Sumatra Barat, (lihat gambar dibawah). karena itulah maka adat budaya Lampung saibatin mendapat pengaruh dari kerajaan Pagaruyung, hal ini sangat berkaitan dengan sejarah berdirinya Paksi Pak Sekala Bekhak (Buay Bejalan Diway, Buay Pernong, Buay Nyerupa dan Buay Belunguh), dimana pada masa masuknya islam di daerah lampung pada masa kerajaan di tanah sekala bekhak, mendapat pengaruh dari kerajaan pagaruyung yang di sebarkan oleh Ratu Ngegalang Paksi. Selain itu banyak kesamaan antara adat saibatin dengan adat pagaruyung seperti pada saat melangsungkan pernikahan, tata cara dan alat yang digunakan banyak kemiripan

ASAL USUL SIGER/SIGEGH LAMPUNG






Siger, atau dalam bahasa Lampung saibatin adalah Sigokh, memang sangat identik dengan Lampung, ini bukan tanpa alasan. Dalam suku Lampung siger merupakan suatu benda yang sangat penting, baik yang beradat Saibatin maupun yang beradat Pepadun. Siger merupakan mahkota keagungan dalam adat budaya Lampung dan tingkat kehidupan terhormat suku Lampung. Biasanya, Siger biasanya digunakan oleh pengantin perempuan suku Lampung pada acara pernikahan ataupun acara adat budaya lainnya. 
Kini siger bukan hanya digunakan sebagai mahkota pada acara adat Suku Lampung, namun juga telah menjadi icon berupa hiasan dan lambang kebanggaan Provinsi Lampung, ini dapat dilihat seperti di kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di dekat pelabuhan Bakauheni telah dibangun sebuah menara berbentuk siger dengan nama Menara Siger, di kabupaten-kabupaten lain pun banyak menggunakan siger sebagai hiasan pada tugu-tugu dan kantor-kantor pemerintahan dan perusahaan. Kemudian bebarapa tahun ini di kota Bandar Lampung, setiap bangunan seperti toko,ruko,pusat perbelanjaan dan setiap bangunan yang berada di jalan kota Bandar Lampung telah diwajibkan menggunakan hiasan siger diatas pintu masuk atau diatas (atap) pada bangunannya.




Sang Bumi Rua Jurai adalah semboyan provinsi Lampung, dengan pengertian : “Di tanah (suku) Lampung terdapat satu kesatuan dari dua adat yang berbeda, yaitu Lampung Pesisir dengan adat Saibatin dan Lampung Abung dengan adat Pepadun”. Namun ketika kita memperhatikan bentuk siger dari masing-masing dari keduanya ternyata ada perbedaan antara Siger Saibatin dan Siger Pepadun. Hal  yang paling mencolok yaitu lekuk pada Siger, untuk yang beradat Saibatin siger yang digunakan memiliki lekuk berjumlah tujuh (Sigokh/Siger Lekuk Pitu) sedangkan untuk yang beradat pepadun menggunakan siger dengan lekuk berjumlah Sembilan (Siger Lekuk Siwo/Siwa).