Sabtu, 03 Mei 2014
Sabtu, 26 April 2014
SIGER PEPADUN
Siger pepadun
memiliki lekuk Sembilan yang berartikan ada Sembilan Marga yang bersatu
membentuk Abung Siwo Megou. Tapi bentuk
dari siger pepadun sangat mirip dengan buah sekala, hal ini pun bukan mustahil
dikarenakan kerajaan sekala bekhak merupakan cikal bakal ulun lampung, dan
proses terbentuknya abung siwo megou merupakan penyebaran orang lampung dari
dataran tinggi Sekala Bekhak di Gunung Pesagi.
Ini dapat dilihat dari tambo Buay Bejalan Diway bahwa Ratu Dipuncak meninggalkan kerajaan Sekala Bekhak untuk mencari
daerah baru bersama keluarganya, Ratu
Dipuncak memiliki empat orang putra yaitu Unyi,
Unyai, Subing dan Nuban yang merupakan keturunan Paksi Buay Bejalan Diway
serta lima Marga lainnya yaitu Anak
Tuha, Selagai, Beliyuk, Kunang dan Nyerupa yang merupakan keturunan dari
tiga Paksi lainnya sehingga menjadi Abung Siwo Mego. Namun berbeda dengan siger pesisir yang mirip rumah gadang, siger
pepadun justru mirip dengan buah sekala.
Seiring dengan penyebaran penduduk dan
berdirinya beberapa kebuayan maka yang menggunakan adat pepadun bukan hanya
abung tetapi juga oleh kebuayan lain yang kemudian membentuk masyarakat adat sendiri,
seperti Megou
Pak Tulangbawang (Puyang Umpu, Puyang Bulan, Puyang
Aji, Puyang Tegamoan), Pubian Telu Suku
(Minak Patih Tuha atau Suku Manyarakat, Minak Demang Lanca atau Suku
Tambapupus, Minak Handak Hulu atau Suku Bukujadi), serta Sungkay-WayKanan Buay Lima (Pemuka, Bahuga, Semenguk, Baradatu,
Barasakti, yaitu lima keturunan Raja Tijang Jungur).
SIGER SAIBATIN
Seperti yang dilihat
pada gambar diatas bahwa siger pada suku Lampung yang beradatkan saibatin
memiliki lekuk tujuh dan dengan hiasan batang/pohon
sekala di masing-masing lekuknya, ini memiki makna ada tujuh adok/gelar
pada masyarakat pesisir yaitu Suttan/dalom,
Raja jukuan/dipati, Batin, Radin, Minak, Kimas dan Mas/inton, gelar/adok
ini hanya dapat digunakan oleh keturunan lurus saja, dengan kata lain masih
kental dengan nuansa kerajaan, dimana kalau bukan anak raja dia tidak berhak
menggunakan gelar/adok raja begitu juga dengan gelar/adok lainnya.
ASAL USUL SIGER/SIGEGH LAMPUNG
Siger, atau
dalam bahasa Lampung saibatin adalah Sigokh, memang sangat identik dengan
Lampung, ini bukan tanpa alasan. Dalam suku Lampung siger merupakan suatu benda
yang sangat penting, baik yang beradat Saibatin
maupun yang beradat Pepadun. Siger
merupakan mahkota keagungan dalam adat budaya Lampung dan tingkat kehidupan
terhormat suku Lampung. Biasanya, Siger biasanya digunakan oleh pengantin perempuan suku Lampung pada
acara pernikahan ataupun acara adat budaya lainnya.
Kini siger bukan hanya digunakan
sebagai mahkota pada acara adat Suku Lampung, namun juga telah menjadi icon berupa hiasan dan lambang
kebanggaan Provinsi Lampung, ini dapat dilihat seperti di kabupaten Lampung
Selatan, tepatnya di dekat pelabuhan Bakauheni telah dibangun sebuah menara
berbentuk siger dengan nama Menara Siger,
di kabupaten-kabupaten lain pun banyak menggunakan siger sebagai hiasan pada
tugu-tugu dan kantor-kantor pemerintahan dan perusahaan. Kemudian bebarapa
tahun ini di kota Bandar Lampung, setiap bangunan seperti toko,ruko,pusat
perbelanjaan dan setiap bangunan yang berada di jalan kota Bandar Lampung telah
diwajibkan menggunakan hiasan siger diatas pintu masuk atau diatas (atap) pada
bangunannya.
Sang Bumi Rua Jurai
adalah semboyan provinsi Lampung, dengan pengertian : “Di tanah (suku) Lampung
terdapat satu kesatuan dari dua adat yang berbeda, yaitu Lampung Pesisir dengan
adat Saibatin dan Lampung Abung dengan adat Pepadun”. Namun ketika kita
memperhatikan bentuk siger dari masing-masing dari keduanya ternyata ada
perbedaan antara Siger Saibatin dan Siger Pepadun. Hal yang paling
mencolok yaitu lekuk pada Siger, untuk yang beradat Saibatin siger yang
digunakan memiliki lekuk berjumlah tujuh (Sigokh/Siger
Lekuk Pitu) sedangkan untuk yang beradat pepadun menggunakan siger dengan
lekuk berjumlah Sembilan (Siger Lekuk
Siwo/Siwa).
Senin, 21 April 2014
GABING - Makanan Khas Lampung
Gabing ialah makanan khas lampung yang
terbuat dari batang kelapa muda. wah pasti banyak nih para pembaca yang belum
makan atau belum pernah dengar . ya batang kelapa muda tersebut di potong
dengan ukuran sedang setelah itu di sayur dengan kuah santan , rasa yang di
berikan oleh batang kelapa ini adalah rasa manis dan gurih apa bila di gigit,
rasa yang di timbulkan ialah rasa unik dan menarik.
Gulai Taboh - Makanan Khas Lampung
Gulai Taboh adalah kuliner khas Lampung yang
juga dapat diartikan sebagai gulai santan. Gulai ini biasanya berisi khattak
atau kacang kacangan seperti kacang/khattak gelinyor, kacang merah/khattak
ngisi, kacang panjang/khattak kejung, khattak tuwoh, rebung, kentang dan lain
lain.
Lapis Legit - Makanan Khas Lampung
Saya yakin
sudah cukup banyak orang yang sudah tau lapis legit ini. Kata teman saya sih,
bahan-bahan untuk membuat lapis legit adalah telur, susu, tepung terigu, gula,
dan masih beberapa lagi sih yang saya lupa itu,,hhee. Rasa lapis legit ini gak
usah ditanya lagi, namanya saja sudah lapis legit, pasti rasanya leeggiittt
lah.. Saya sih sudah sering mencobanya, memang benar-benar legit.
Bahan :
10 btr telur
250 gr gula pasir
100 gr mentega ( dilelehkan )
1 sdt vanili
tepung terigu
1 sdm susu bubuk
3 sdm ( bs diganti susu kental manis)
10 btr telur
250 gr gula pasir
100 gr mentega ( dilelehkan )
1 sdt vanili
tepung terigu
1 sdm susu bubuk
3 sdm ( bs diganti susu kental manis)
cara membuat : kocok
mentega,gula,vanili hingga setengah mengembang,masukkan tepung terigu,susu dan
mentega,aduk hingga rata.Olesi loyang dengan mentega.Tuang satu sendok sayur
keloyang,oven dengan api bawah.setelah agak kecoklatan,tuang satu sendok sayur
lagi,oven dengan api atas.Tunggu hingga agak kecoklatan
Langganan:
Postingan (Atom)








